25 Juli 2012

Fenomena Pacaran, menurut Anda?

Assalamu'alaikum. Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang pacaran. Istilah ini pasti sudah tidak asing lagi di kalangan remaja. Jangankan remaja, anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar pun sudah mulai "familiar" dengan istilah ini. Saya juga sudah tidak asing lagi dengan kata ini, karena sudah cukup banyak teman-teman saya yang sudah memiliki pacar.

Saat ini pacaran sudah dijadikan kebiasaan di kalangan anak remaja. Bahkan banyak remaja yang bangga jika sudah memiliki status berpacaran. Di sini saya tidak ingin menjelaskan definisi pacaran, karena masing-masing orang bisa memiliki statement sendiri mengenai pacaran. Dan saya juga tidak ingin mengatakan pacaran itu diperbolehkan atau tidak diperbolehkan, karena dengan alasan yang sama juga, masing-masing orang memiliki pola pikir yang berbeda. Saya lebih menekankan pada dampak-dampak pacaran di usia dini, bisa dikatakan di usia <17 tahun. Karena saya juga memiliki teman-teman yang sudah berstatus pacaran. Jadi, saya mencoba untuk sharing dengan Anda mengenai istilah ini berdasarkan kejadian-kejadian yang saya lihat.

Saya banyak mendengar dari guru sekolah, guru les, teman, sahabat, dan para orang tua mengani istilah pacaran. Di sekolah ada yang pacaran? Cukup banyak, jujur saya katakan sudah cukup banyak. Sebenarnya apa keuntungan mereka berstatus pacaran? Dan jawabannya pun bermacam-macam. Salah satu keuntungan yang sering saya dengar yaitu bahwa pacaran itu bisa menambah motivasi belajar. Bisakah? Banyak yang berkata "BISA". Kalau menurut saya, "BISA" untuk sesaat. Kenapa? Seorang pelajar pasti bisa konsentrasi belajar jika dalam keadaan good mood, jika dalam keadaan bad mood pasti sulit untuk konsentrasi belajar. Nah, di sini lah letak kelemahannya. Seorang pelajar yang sudah berpacaran akan merasa semangat, dan termotivasi untuk belajar jika dalam keadaan good mood, dia merasa bahagia jika hubungannya dengan pacar sedang tidak ada masalah. Tapi, jika dalam keadaan bad mood dia akan sulit sekali untuk konsentrasi belajar, karena terus menerus memikirkan masalah tersebut, jadi remaja yang berpacaran cenderung memiliki beban pikiran yang menyulitkan dia untuk konsentrasi belajar.

Menurut saya pribadi, remaja dengan usia di bawah 17 tahun tergolong masih dalam kadaan labil. Mood mereka masih mudah goyah, pola pikir mereka masih dalam tahap perkembangan, dan pada masa-masa ini mereka masih belajar mengenal kehidupan, dan sangat perlu kesadaran diri sendiri serta kebijakan untuk menyikapi keadaan di lingkungan sekitar mereka. Untuk anak usia di bawah 17 tahun memang sudah mulai tertarik dengan lawan jenis, hal itu lumrah. Seorang remaja perempuan menyukai remaja laki-laki, dan sebaliknya. Hal itu sudah biasa. Jadi, untuk ketertarikan ini tidak ada salahnya.

Jadi, usia remaja di bawah 17 tahun menurut saya belum siap untuk menyikapi fenomena ini. Mungkin di usia 16 tahun ke atas, mereka sudah mulai bisa menyikapi fenomena ini dengan bijak, dan pola pikir mereka pun sudah mulai tertata.

Well, ini lah komentar saya mengenai fenomena pacaran. Bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar